WAGUB KEPRI DUKUNG PENGEMBANGAN SALAK SARI INTAN

12 Oktober 2026, 07:43 WIB 2 kali dibaca
Kategori : Pertanian
Wagub Kepri Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si. Berfoto Bersama Petani dan Tamu Undangan.

BINTAN – (12/10/2026) Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau menegaskan komitmennya mendukung pengembangan Salak Sari Intan sebagai komoditas unggulan Kabupaten Bintan.

Kepala DKP2KH Provinsi Kepulauan Riau Dr. Rika Azmi, S.TP., M.M. di wakili Sekretaris DKP2KH Provinsi Kepri, Sugiarto Doso, S.Sos., M.A.P. menyampaikan bahwa pada tahun 2025 Pemerintah Provinsi Kepri melalui DKP2KH telah menyalurkan bantuan berupa bibit salak dan pupuk kepada petani salak di Bintan dan Lingga untuk mendorong perluasan kebun dan peningkatan produksi.

Bantuan tersebut menjadi fondasi penting bagi penguatan sektor hulu yang kini dilanjutkan oleh HKTI DPC Kabupaten Bintan melalui empat pilar pengembangan, meliputi penguatan produksi dengan bibit bersertifikat dan GAP, pengolahan hasil melalui Rumah Produksi Bersama (salak kupas beku dan keripik salak), penguatan kelembagaan lewat Koperasi Tani HKTI Bintan Juara sebagai off-taker, serta perluasan pasar dengan merek “SALAK SARI INTAN BINTAN” hingga ke Tanjungpinang, Batam, Singapura dan Malaysia.

Ketua HKTI DPC Bintan, Billy Yusak Onimbala, menyatakan program tersebut sejalan dengan arahan Ketua HKTI DPD Kepri Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si. yang juga Wakil Gubernur Kepri, untuk memperkuat kemandirian petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bintan, Riang Anggraini, S.STP., M.A.P. menambahkan Salak Sari Intan merupakan kebanggaan daerah yang permintaannya terus meningkat, sehingga sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten sangat dibutuhkan.

Dengan kolaborasi ini, HKTI menargetkan 50 petani salak aktif pada 2027 untuk menjaga kesinambungan pasokan dan meningkatkan nilai ekonomi petani.

Editor: Iskandar