Panen Cabai Merah di Bintan, Pemprov Kepri Dorong Penguatan Produksi dan Infrastruktur Petani

12 September 2026, 18:07 WIB 32 kali dibaca
Kategori : Pertanian
Terlihat Kepala DKP2KH Provinsi Kepulauan Riau Dr. Rika Azmi, S.T.P., M.M mendampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Dewi Kumalasari dan Sekda Kepri Misni Saat Panen Cabai di Bintan.

BINTAN — Hamparan tanaman cabai merah di Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, menjadi gambaran bahwa produksi pangan hortikultura di Kepulauan Riau masih memiliki ruang untuk dikembangkan. Panen raya yang dilakukan Kelompok Tani Bahagia Tani, Kamis, 10 September 2026, sekaligus menjadi momentum pemerintah memperkuat dukungan terhadap petani.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Dewi Kumalasari, hadir dalam panen tersebut dan menyatakan apresiasinya terhadap keberhasilan kelompok tani yang telah dua kali membudidayakan cabai merah.

Menurut Dewi, pengembangan komoditas cabai memiliki arti penting karena cabai merupakan salah satu kebutuhan pangan masyarakat yang permintaannya relatif tinggi. Karena itu, keberlanjutan produksi perlu ditopang dengan dukungan pemerintah, mulai dari budidaya hingga sarana pendukung di kawasan pertanian.

“Sudah saatnya kita bersama-sama memikirkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Dengan bergotong royong, insyaallah persoalan yang dihadapi petani dapat kita carikan jalan keluarnya,” ujar Dewi dalam kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau, Rika Azmi, turut hadir dalam panen raya itu. Kehadiran pemerintah provinsi menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas hortikultura yang berhubungan langsung dengan ketersediaan pangan masyarakat.

Dalam dialog bersama kelompok tani, sejumlah kebutuhan di lapangan turut dibahas. Petani antara lain menyampaikan kebutuhan listrik, pompa dan tandon air untuk menunjang kegiatan budidaya, serta perbaikan akses jalan menuju kawasan perkebunan.

Persoalan infrastruktur tersebut menjadi penting karena produktivitas pertanian tidak hanya ditentukan oleh kemampuan petani dalam mengelola tanaman. Ketersediaan air, energi dan akses transportasi turut menentukan efisiensi produksi sekaligus distribusi hasil panen.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni, dan Kepala BPSDM, Any Lindawaty, juga hadir bersama sejumlah pejabat terkait. Turut hadir unsur Pemerintah Kabupaten Bintan, anggota DPRD Kabupaten Bintan, jajaran perangkat daerah yang membidangi ketahanan pangan dan pertanian, Ketua HKTI, camat, kepala desa serta unsur terkait lainnya.

Pemerintah Kabupaten Bintan juga menyatakan dukungannya terhadap kebutuhan infrastruktur yang disampaikan masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperlancar aktivitas petani sekaligus memperkuat kawasan produksi pangan di wilayah tersebut.

Panen cabai merah di Sebong Pereh pada akhirnya bukan hanya tentang hasil yang dipetik dari lahan. Ada persoalan yang lebih besar di baliknya: bagaimana produksi pangan lokal dapat dipertahankan, petani memperoleh dukungan yang memadai, dan kebutuhan masyarakat terhadap komoditas pangan dapat dipenuhi dari produksi daerah sendiri.

Bagi Kepulauan Riau yang memiliki karakteristik geografis kepulauan, penguatan produksi pangan lokal menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan. Karena itu, keberhasilan Kelompok Tani Bahagia Tani di Bintan menjadi salah satu contoh bahwa pengembangan pertanian membutuhkan kesinambungan antara petani, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Galeri Foto

Editor: Iskandar