Batam, 26 Juni 2026 – Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Rika Azmi, S.T.P., M.M. menjadi narasumber pada pertemuan dengan investor Singapura dan Kepri di Batam.
Dalam pemaparannya, Dr. Rika memaparkan potensi besar sektor pertanian Kepri yang mencakup Bidang Ketahanan Pangan, Bidang Perkebunan, Hortikultura, dan Peternakan.
Untuk sektor peternakan, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk melalui anak usahanya PT Ciomas Adisatwa dan PT Indojaya Agrinusa telah konsisten mengekspor ayam hidup ke Singapura. Ekspor dilakukan melalui jalur laut dari Pulau Bintan dan telah memenuhi standar keamanan pangan yang ketat dari Singapore Food Agency (SFA).
Selain itu, Singapura juga berencana melanjutkan kembali impor babi hidup dari Pulau Bulan, Batam, pada tahun 2028 setelah sempat terhenti.
Pada bidang ketahanan pangan, Kepri memiliki komoditas padi, jagung, singkong, kentang, dan aneka kacang-kacangan.
Sektor hortikultura meliputi sayuran seperti kacang panjang, mentimun, kangkung, cabai, bayam, dan sawi. Untuk buah-buahan, Kepri unggul pada durian, pisang, nangka, nanas, dan mangga.
Sementara di bidang perkebunan, komoditas utama yang dikembangkan adalah kelapa sawit, kelapa, karet, cengkeh, dan sagu.
Ke depan, Pemprov Kepri berkomitmen bersama JAPFA untuk tidak hanya mengembangkan ekspor ayam hidup, tetapi juga telur. Langkah ini bertujuan memenuhi kebutuhan ekspor sekaligus pasar domestik Provinsi Kepri, disertai kemitraan langsung dengan petani setempat.
Melihat kondisi iklim Kepri yang tidak menentu, Dr. Rika menilai pengembangan tanaman hidroponik sangat cocok. “Namun, ini harus didukung dengan teknologi yang memadai untuk mengendalikan hama tanaman,” ujarnya.
Pemprov Kepri bersama pemerintah kabupaten/kota siap memfasilitasi investor, baik dari Singapura maupun lokal, yang ingin bekerja sama dengan petani. Fasilitasi meliputi pertemuan pengembangan hidroponik dengan penyediaan peralatan modern, serta pendampingan oleh penyuluh pertanian agar produktivitas petani meningkat.
Untuk mendukung SDM, Kepri juga memiliki sejumlah SMK bidang pertanian. Pemprov bahkan telah mengirim pelajar ke Jepang dan Korea Selatan untuk mempelajari teknologi pertanian di negara tersebut.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama para investor.