BINTAN, 20 Agustus 2026 – UPTD Balai Perbenihan, Pengawasan, Sertifikasi dan Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan - DKP2KH Provinsi Kepulauan Riau menggelar kegiatan evaluasi pelayanan publik. Kegiatan ini dihadiri jajaran Pemprov Kepri, pemkab se-Kepri, akademisi, kelompok tani, dan media.
Kepala UPTD BPPSPTPHP, Nil Erison, S.T.P dalam laporannya Kegiatan Forum Konsultasi Publik Tentang Pelayanan Perbenihan di UPTD Balai Perbenihan, Pengawasan Dan Sertifikasi Serta Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Perkebunan ini dilaksanakan dalam rangka secara bertahap dan berkelanjutan untuk meningkatkan pelayanan kami di UPTD BPPSP-TPHP Provinsi Kepulauan Riau.
Saat ini kami juga sedang mengembangkan sebuah aplikasi yang diberi nama Alam Bertasbih, Aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah proses administrasi permohonan pengajuan jasa layanan khususnya perbenihan di UPTD BPPSP-TPHP Provinsi Kepulauan Riau.
Disamping itu kita juga sedang berusaha melengkapi fasilitas-fasilitas yang dipersyaratkan seperti, Ruang bermain anak, Ruang ibu menyusui, Toilet, Layanan untuk disabilitas, Kotak saran dan informasi- informasi terkait fasilitas layanan.
Selanjutnya, kami juga sedang mempersiapkan operasional Laboratorium Kulltur Jaringan dan Laboratorium Proteksi Tanaman, mulai dari persiapan SDM sampai dengan melengkapi peralatan Laboratorium tersebut.
Untuk informasi tambahan, UPTD BPPSP-TPHP Provinsi Kepulauan Riau telah mengembangkan beberapa Varietas Tanaman Induk diantaranya Tanaman Durian ada 10 Varietas, Tanaman Alpukat ada 9 Varietas, dan Tanaman Mangga lebih kurang ada 5 Varietas.
Turut hadir dan memberikan sambutan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau Dr. Rika Azmi, S.T.P., M.M. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya sinergi untuk membangun pertanian Kepri yang berkualitas. Dilanjtukan dengan Pembukaan acara oleh Dr. Rika Azmi melalui Zoom Metting.
Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepri, Kadis Pertanian se-Kab/Kota se-Kepri, PT. Bakti Tani Nusantara, perwakilan Universitas Maritim Raja Ali Haji, KPID Kepri, RRI Tanjungpinang, TVRI Kepri, KTNA Provinsi, serta ketua kelompok tani dari Bintan, Karimun, Lingga, Natuna dan Anambas.
Kepala Seksi Pengawasan, Sertifikasi dan Perlindungan Tanaman, Ade Satrya Khairunsyah, S.T.P. menyampaikan 8 standar pelayanan UPTD, antara lain: Penyediaan Benih/Bibit, Rekomendasi Produsen dan Pengedar Benih, Sertifikasi Benih Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, serta Identifikasi OPT.
Kepala Seksi Pengembangan dan Produksi Benih, Joko Sentioso, S.Hut. menambahkan bahwa komoditas unggulan pelayanan penyediaan bibit saat ini fokus pada Durian, Alpukat, dan Mangga.
Masukan dari perwakilan Universitas Maritim Raja Ali Haji Dr. Okparizan memberikan masukan Kualitas, Bukan Sekadar Kuantitas Bantuan. Kedepan bantuan bibit dari pemerintah harus tepat sasaran. Lakukan dulu uji kesesuaian lahan. Jangan sampai bibit yang kita beri tidak tumbuh karena tidak cocok dengan tanahnya. Lebih baik sedikit tapi berhasil, daripada banyak tapi sia-sia.
Dalam sesi diskusi, beberapa masukan penting muncul. Dari PT Bakti Tani Nusantara terkait prosedur sertifikasi bibit dan kewajiban SP2KS. Dari Kab. Lingga terkait kebutuhan bibit sagu bersertifikat. Dari Akademisi menekankan agar bantuan bibit tepat sasaran sesuai hasil uji tanah. Sementara dari TVRI Kepri berharap ada kerja sama publikasi layanan UPTD agar lebih menjangkau petani.
Untuk pengelolaan pengaduan, masyarakat dapat menyampaikan melalui:
Website: bppsp-kepri.blogspot.com
Email: [email protected]
Telp/WA: 08117711878
Langsung: Kantor UPTD BPPSPTPHP, Jl. Raya Tembeling, Kel. Toapaya Asri, Kec. Toapaya, Kab. Bintan.