Tim FSVA Kepri Bahas Ketersediaan Data Aspek Pemanfaatan Pangan

06 Agustus 2026, 21:19 WIB 97 kali dibaca
Kategori : Ketahanan Pangan
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan (Serbupangan) DKP2KH Provinsi Kepulauan Riau, Mohd. Riza Pahlevi, serta didampingi oleh Pejabat Fungsional Analis Ketahanan Pangan (AKP), Murizal, S.TP., M.M., yang memandu jalannya pendalaman dan diskusi teknis.

Tanjungpinang, 6 Agustus 2026– Tim Penyusun Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) atau Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Provinsi Kepulauan Riau menggelar Pertemuan II Penyusunan Dokumen FSVA Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 di Ruang Rapat Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau.

Kegiatan dibuka dan dipimpin oleh Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan (Serbupangan) DKP2KH Provinsi Kepulauan Riau, Mohd. Riza Pahlevi, serta didampingi oleh Pejabat Fungsional Analis Ketahanan Pangan (AKP), Murizal, S.TP., M.M., yang memandu jalannya pendalaman dan diskusi teknis.

Dalam arahannya, Mohd. Riza Pahlevi menyampaikan bahwa Pertemuan II merupakan tindak lanjut dari pertemuan pertama yang telah dilaksanakan sebelumnya dengan melibatkan seluruh anggota Tim Penyusun FSVA dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal. Berbeda dengan pertemuan sebelumnya, Pertemuan II dilaksanakan secara lebih terfokus dengan melibatkan anggota tim teknis yang berkaitan langsung dengan aspek dan indikator yang dibahas.

"Pendalaman ini bertujuan untuk memastikan setiap indikator didukung oleh data yang akurat, lengkap, dan berkelanjutan sehingga dapat menghasilkan dokumen FSVA yang berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Riau," ujar Mohd. Riza Pahlevi.

Pertemuan kali ini membahas ketersediaan data pada aspek pemanfaatan pangan, yang mencakup tiga indikator dari total dua belas indikator penyusun dokumen FSVA Provinsi Kepulauan Riau, yaitu:

Prevalensi balita stunting, Persentase rumah tangga tanpa akses air bersih dan Persentase keamanan pangan (pangan segar dan pangan siap saji) yang memenuhi standar terhadap total sampel.

Kegiatan dihadiri oleh anggota Tim Teknis FSVA dari internal DKP2KH Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepulauan Riau sebagai OPD pengampu data pada masing-masing indikator yang dibahas.

Pendalaman terhadap setiap indikator difokuskan pada beberapa aspek penting, meliputi ketersediaan data hingga tingkat kecamatan, sumber data, cakupan data, ketersediaan data secara berkelanjutan untuk sedikitnya lima tahun, mekanisme pengumpulan data, serta berbagai catatan teknis lain yang diperlukan dalam penyusunan dokumen FSVA.

Diskusi berlangsung secara aktif, peserta menyampaikan pandangan dan masukan terkait kondisi data yang tersedia, sekaligus melakukan penyamaan persepsi mengenai penggunaan data, mekanisme pengumpulan data, serta penetapan OPD yang bertanggung jawab sebagai pengampu untuk mengumpulkan data sesuai dengan indikator yang dibahas. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan data FSVA yang lebih valid, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan

Lebih lanjut, Kabid. Serbupangan menyampaikan, "Melalui pendalaman pada setiap aspek penyusun FSVA, diharapkan menghasilkan dokumen Food Security and Vulnerability Atlas yang komprehensif sebagai dasar identifikasi wilayah rentan pangan, penentuan prioritas intervensi, serta perumusan kebijakan dan program pembangunan ketahanan pangan yang tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan"_Serbupangan02

Galeri Foto

Editor: Iskandar