DKP2KH Provinsi Kepulauan Riau Gelar Koordinasi dan Bimtek Penyusunan FSVA Kabupaten/Kota Tahun 2026

22 Juli 2026, 07:20 WIB 105 kali dibaca
Kategori : Ketahanan Pangan
DKP2KH Provinsi Kepulauan Riau Melalui Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan menyelenggarakan kegiatan Koordinasi dan Bimbingan Teknis Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Kabupaten/Kota Tahun 2026

Tanjungpinang – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan kegiatan Koordinasi dan Bimbingan Teknis Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan atau Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Kabupaten/Kota Tahun 2026, Kamis, 23 Juli 2026.

Kegiatan dilaksanakan secara luring dan daring dari Ruang Rapat DKP2KH Provinsi Kepulauan Riau, Gedung B2 Lantai 2, Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Dompak, Tanjungpinang.

Pertemuan diikuti oleh Tim Penyusun FSVA DKP2KH Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 serta pejabat penanggung jawab dan petugas teknis dari Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Lingga, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kota Batam, dan Kota Tanjungpinang.

Kegiatan dipimpin oleh Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKP2KH Provinsi Kepulauan Riau, Mohd. Riza Pahlevi, S.P., M.M. Dalam arahannya disampaikan bahwa FSVA merupakan peta tematik yang menggambarkan kondisi ketahanan dan kerentanan pangan suatu wilayah beserta faktor-faktor yang memengaruhinya.

FSVA menjadi salah satu sumber informasi penting dalam mendukung penentuan program penanganan wilayah rentan rawan pangan, penurunan stunting dan kemiskinan, pembangunan desa, serta penguatan ketahanan pangan secara lintas sektor.

Pada sesi teknis, Murizal, S.TP., M.M., Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda, menyampaikan materi pengolahan dan analisis data FSVA Tahun 2026. Sementara itu, materi latihan pemetaan FSVA kabupaten/kota menggunakan aplikasi Quantum GIS atau QGIS disampaikan oleh Irzal, S.Sos., Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya.

Dalam penyusunan FSVA Kabupaten/Kota Tahun 2026 digunakan sebanyak 11 indikator individu yang mencakup aspek ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan, dan pemanfaatan pangan. Hasil pengolahan data tersebut selanjutnya disajikan dalam 12 peta tematik, yaitu satu peta komposit dan sebelas peta indikator individu.

Hasil analisis FSVA dikelompokkan menjadi enam prioritas. Prioritas 1 sampai dengan Prioritas 3 menunjukkan wilayah yang relatif rentan pangan, sedangkan Prioritas 4 sampai dengan Prioritas 6 menunjukkan wilayah yang relatif tahan pangan.

Peserta juga mendapatkan pendampingan praktik pengisian formulir analisis, pengolahan data, penentuan skor komposit, klasifikasi prioritas wilayah, serta penyusunan peta menggunakan QGIS. Diskusi difokuskan pada kesesuaian definisi operasional indikator, sumber data resmi, pembobotan, proses penghitungan, dan penyajian hasil pemetaan.

Tim FSVA Provinsi Kepulauan Riau menegaskan bahwa kualitas hasil FSVA sangat ditentukan oleh kelengkapan, validitas, konsistensi, dan keterbandingan data yang digunakan. Oleh karena itu, seluruh kabupaten/kota diminta melakukan verifikasi data sebelum memasukkannya ke dalam formulir atau aplikasi pengolahan.

Sebagai tindak lanjut, kabupaten/kota akan mengumpulkan dan memverifikasi data sebelas indikator, melakukan pengolahan sesuai petunjuk teknis, serta menyusun satu peta komposit dan sebelas peta indikator individu. Perkembangan penyusunan FSVA selanjutnya akan dilaporkan kepada DKP2KH Provinsi Kepulauan Riau untuk mendapatkan pemantauan dan pendampingan lebih lanjut.

Melalui penyusunan FSVA Kabupaten/Kota Tahun 2026, pemerintah daerah diharapkan memiliki informasi yang akurat hingga tingkat desa dan kelurahan. Informasi tersebut akan menjadi dasar dalam menetapkan lokasi prioritas serta merumuskan kebijakan dan intervensi ketahanan pangan dan gizi yang lebih tepat sasaran, terpadu, dan berkelanjutan.

Editor: Iskandar