Batam,14 Juli 2026 – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau melaksanakan kunjungan kerja dan koordinasi ke Perum Bulog Cabang Batam dalam rangka memperkuat sinergi pelaksanaan program pemerintah di bidang ketahanan pangan, khususnya penyaluran bantuan pangan dan penguatan infrastruktur logistik pangan di Provinsi Kepulauan Riau.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah periode Februari–Maret 2026, sekaligus membahas kesiapan penyaluran Bantuan Pangan periode Juli 2026 agar dapat terlaksana secara tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam pertemuan tersebut, DKP2KH Provinsi Kepulauan Riau di wakili Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan (Serbupangan) Mohd. Riza Pahlevi, didampingi Fungsional Analis Ketahanan Pangan Madya dan Muda (Irzal dan Hamka Lubis) disambut Pimpinan Perum Bulog Cabang Batam (Ashariyati). Kunjungan kerja dan koordinasi dalam rangka monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan penyaluran bantuan pangan, termasuk realisasi penyaluran, kendala yang dihadapi di lapangan, mekanisme distribusi, serta langkah-langkah perbaikan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pada tahap penyaluran periode berikutnya.
Berdasarkan capaian pelaksanaan penyaluran bantuan pangan sesuai dengan target yang telah ditetapkan penyelesaiannya sampai posisi 30 Juni 2026. Capaian realisasi penyaluran bantuan pangan Perum Bulog Cabang Batam (Batam dan Karimun) sebesar 100 persen, dimana disalurkan kepada 79.301 penerima bantuan pangan (pbp) dengan rincian (Batam sebanyak 59.066 pbp dan Karimun 20.235 pbp). Dengan masing-masing menerima 20 kg beras dan minyakita sebanyak 2 liter untuk kebutuhan selama 2 bulan.
Sementara itu, untuk persiapan penyaluran bantuan pangan periode Juli 2026 sampai saat ini kesiapan stok beras tersedia dan siap untuk disalurkan sedangkan untuk minyak goreng masih dalam progres persiapan pengadaan. Sedangkan pelaksanaan penyaluran masih menunggu informasi dan arahan lebih lanjut terkait mekanisme, kuota penerima dan kuota bulan.
Selain membahas bantuan pangan, pertemuan juga membahas perkembangan distribusi minyak goreng rakyat minyakita di wilayah Provinsi Kepulauan Riau khususnya di Kota Batam. Untuk minyakita sampai dengan saat ini, Bulog menerima dan menyalurkan masih diprioritaskan di fokuskan pada pasar/kios SP2KP di Kota Batam. Sedangkan untuk di Karimun belum dapat dipenuhi dari Perum Bulog Cabang Batam, akan tetapi melalui kuota Perum Bulog Cabang Tanjungpinang. Secara umum sebaran dan ketersediaan minyakita masih terbatas dan belum mampu memenuhi titik saluran/mitra seperti rumah pangan kita (RPK) .
Selanjutnya juga dibahas dan bertukar informasi mengenai kondisi pasokan, distribusi, serta upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga
minyakita di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Agenda strategis lainnya adalah pembahasan mengenai progres persiapan hibah lahan untuk pembangunan kompleks pergudangan Perum Bulog di Tanjungbalai Karimun Kabupaten Karimun. Sampai saat ini persiapan dokumen hibah sedang diproses dan disesuaikan dengan kondisi faktual di lapangan. Pembangunan kompleks pergudangan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas penyimpanan cadangan pangan pemerintah, meningkatkan efisiensi distribusi logistik pangan antarwilayah kepulauan, serta mendukung penguatan ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Riau khususnya Kabupaten Karimun.
Dalam kesempatan tersebut, pihak DKP2KH Provinsi Kepulauan Riau menegaskan bahwa koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan Perum Bulog merupakan faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi pangan serta mendukung berbagai program strategis pemerintah.
"Perum Bulog merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Melalui koordinasi yang berkelanjutan, kita berharap penyaluran bantuan pangan dapat berjalan lebih efektif, distribusi Minyakita tetap terjaga, serta pembangunan infrastruktur pergudangan dapat segera terealisasi untuk memperkuat sistem logistik pangan di wilayah Kepulauan Riau," disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, pimpinan Perum Bulog Cabang Batam menyatakan," kami berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan program pemerintah, baik dalam penyaluran Bantuan Pangan Pemerintah, pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP)/Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) , distribusi minyakita, maupun penguatan infrastruktur logistik sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan di daerah". kata Ashariyati
Melalui kunjungan kerja ini diharapkan koordinasi antara DKP2KH Provinsi Kepulauan Riau dan Perum Bulog Cabang Batam semakin erat sehingga seluruh program pemerintah di bidang pangan dapat terlaksana secara optimal, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan di Provinsi Kepulauan Riau_Serbupangan01