TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mematangkan persiapan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk Bantuan Pangan Beras periode Juli, Agustus dan September 2026. Pulau-pulau terluar menjadi perhatian utama untuk mendapatkan penyaluran lebih awal guna mengantisipasi kendala distribusi akibat kondisi cuaca dan angin utara.
Persiapan tersebut dibahas dalam Sosialisasi Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah untuk Bantuan Pangan Periode Juli, Agustus, dan September 2026 yang digelar secara hybrid di Ruang Rapat Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Kesehatan Hewan dan Perikanan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau, Senin (10/8/2026).
Kegiatan dibuka Kepala DKP2KH Kepri, Dr. Rika Azmi, S.TP., M.M. dan diikuti Pimpinan Cabang Perum Bulog Tanjungpinang, Batam, dan Natuna, serta perangkat daerah yang menangani urusan pangan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Kepulauan Riau.
Dalam arahannya, Rika mengapresiasi kinerja seluruh pihak yang telah mendukung penyaluran bantuan pangan periode Februari–Maret 2026 sehingga pelaksanaannya berjalan cukup baik.
“Terima kasih atas kerja sama dan kinerja seluruh pihak. Penyaluran periode Februari–Maret 2026 lalu telah berjalan cukup baik. Kita berharap pelaksanaan berikutnya bisa lebih cepat dan semakin terkoordinasi,” ujar Rika.
Ia meminta persiapan periode Juli Agustus dan September 2026 dilakukan sejak awal, terutama untuk wilayah yang memiliki tantangan akses dan transportasi.
“Untuk daerah yang remote, terutama pulau-pulau terluar, saya minta menjadi prioritas. Kita harus mengantisipasi masuknya angin utara yang dapat memengaruhi transportasi dan distribusi,” katanya.
Menurut Rika, kondisi geografis Kepulauan Riau yang terdiri atas banyak pulau membuat kelancaran distribusi pangan sangat dipengaruhi konektivitas transportasi laut dan faktor cuaca.
“Jangan sampai stok sudah tersedia, tetapi bantuan terlambat diterima masyarakat karena kita terlambat mengantisipasi faktor cuaca,” tegasnya.
Perkuat Persiapan Teknis
Sosialisasi selanjutnya dipimpin Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKP2KH Kepri, Mohd. Riza Pahlevi.
Pahlevi menjelaskan bahwa pelaksanaan penyaluran CPP untuk Bantuan Pangan Beras periode Juli, Agustus dan September 2026 berpedoman pada Keputusan Badan Pangan Nasional Nomor 349 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah untuk Bantuan Pangan Periode Juli, Agustus, dan September 2026.
“Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang telah dilakukan Badan Pangan Nasional. Di tingkat provinsi, pembahasannya lebih diarahkan pada persiapan dan pelaksanaan teknis di lapangan,” katanya.
Menurutnya, koordinasi antara perangkat daerah yang menangani urusan pangan di kabupaten/kota dan Perum Bulog sesuai wilayah kerja menjadi tahapan awal yang harus segera dilakukan.
“Koordinasikan terlebih dahulu dengan Bulog sesuai wilayah kerja. Setelah itu, lakukan pengecekan fisik beras, baik kuantitas maupun kualitas. Jangan hanya memastikan jumlahnya, tetapi pastikan juga kualitasnya memenuhi persyaratan,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan kemudian dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan dan diunggah melalui tautan yang telah disediakan.
Penerima Bantuan di Kepri Naik 17 Persen
Jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kepulauan Riau untuk periode Juli, Agustus dan September 2026 meningkat dibandingkan periode Februari–Maret 2026.
Secara nasional, kuota PBP sama dengan periode seblumnya yaitu sebanyak 33.244.408 penerima. Sementara itu, jumlah penerima di Kepulauan Riau meningkat dari semula sebanyak 143.034 PBP pada periode Februari–Maret menjadi 167.304 PBP pada periode Juli, Agustus dan September 2026.
Dengan demikian, terjadi penambahan sebanyak 24.270 penerima atau sekitar 17 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Perubahan jumlah penerima tersebut tidak terjadi secara merata di seluruh kabupaten/kota. Sebagian wilayah mengalami peningkatan, sedangkan wilayah lainnya mengalami penurunan atau penyesuaian sesuai dengan data yang telah ditetapkan.
Pahlevi menjelaskan, daftar penerima bantuan pangan bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi dasar penetapan penerima manfaat. Data tersebut selanjutnya digunakan Badan Pangan Nasional untuk diserahkan kepada Perum Bulog sebagai daftar penerima bantuan pangan.
“Penerima bantuan pangan berasal dari data desil 1 sampai desil 4. Karena itu, kesesuaian data di lapangan harus menjadi perhatian agar bantuan diterima oleh masyarakat yang telah ditetapkan. Apabila tidak ditemukan maka pihak Bulog dapat memanfaatkan data cadangan yang sudah disediakan sebagai penganti penerima,”.
Bulog Siapkan Stok dan Pemeriksaan
Persiapan penyaluran juga mulai dilakukan Perum Bulog di sejumlah wilayah kerja.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Tanjungpinang, Arif Alhadihaq, menyampaikan bahwa Kabupaten Kepulauan Anambas telah melakukan pengecekan kuantitas dan kualitas beras.
“Untuk Anambas, pagi ini sudah dilakukan pengecekan kuantitas dan kualitas beras di gudang. Ini bagian dari persiapan sebelum penyaluran. Selanjutnya, pengecekan akan dilakukan di wilayah Tanjungpinang, Bintan, dan Lingga,” ungkap Arif.
Untuk wilayah kerja Batam, Pimpinan Cabang Perum Bulog Batam, Asharyanti, mengatakan pemeriksaan untuk di gudang Batam akan dilakukan siang ini.
“Selasa kita lanjutkan pengecekan di gudang Karimun. Untuk stok di gudang Batam dalam kondisi cukup dan siap salur. Sedangkan untuk gudang Karimun beras tersedia dan saat ini akan ada penambahan dalam pengiriman sebanyak 500 ton,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Perum Bulog Natuna, Pencius, menyampaikan bahwa daerah-daerah pulau menjadi prioritas.
“Kita prioritaskan persiapan penyaluran untuk daerah-daerah pulau kecil dan terluar. Saat ini tersedia sekitar 37 ton beras di gudang Sedanau. Stok tersebut akan kita cek kualitasnya dan selanjutnya disiapkan untuk penyaluran ke daerah pulau-pulau. Sambil menunggu persiapan kedatangan beras untuk mengisi gudang Ranai sebanyak 275 ton” jelas Pencius.
Pastikan Bantuan Tiba Tepat Waktu
Diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif. Para peserta menyampaikan kondisi serta kesiapan wilayah masing-masing, sekaligus membahas langkah yang diperlukan agar penyaluran dapat berjalan sesuai jadwal.
Bagi Kepulauan Riau, percepatan distribusi menjadi hal penting. Selain kesiapan stok, kelancaran penyaluran juga dipengaruhi konektivitas antarpulau serta kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.
DKP2KH Kepri bersama Perum Bulog dan perangkat daerah kabupaten/kota serta aparat desa/kelurahan terus memperkuat koordinasi untuk memastikan penyaluran CPP Bantuan Pangan Beras periode Juli, Agustus dan September 2026 berjalan lancar, tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat sasaran.
“Harapan kita, seluruh proses yang sudah dipersiapkan dapat berjalan sesuai jadwal. Yang paling penting, bantuan sampai kepada masyarakat penerima, termasuk mereka yang berada di pulau-pulau terluar,” tutup Pahlevi_Serbupangan01