Tanjungpinang - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Rika Azmi, S.TP., M.M., hadir sebagai Mentor dalam kegiatan Seminar Rancangan Aksi Perubahan yang dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) angkatan XII Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kepulauan Riau, di BPMP Provinsi Kepri, Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Jumat (28/8/2026).
Kehadiran Dr. Rika Azmi dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan pimpinan terhadap pengembangan kompetensi kepemimpinan aparatur sekaligus komitmen DKP2KH Provinsi Kepri dalam mendorong lahirnya inovasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kinerja organisasi dan kualitas tata kelola pemerintahan.
Dalam seminar tersebut, Drh. Iwan Berri Prima, M.M., yang Merupakan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP2kH Provinsi Kepri selaku Mentee sekaligus Aktor Perubahan, mempresentasikan rancangan aksi perubahan dengan inovasi TANJAK KESWAN, yaitu Penguatan Tata Kelola Manajemen Regulasi Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Rancangan aksi perubahan ini disusun sebagai respons terhadap kebutuhan organisasi untuk memperkuat pengelolaan regulasi bidang peternakan dan kesehatan hewan agar lebih tertib, sistematis, terintegrasi, mudah ditelusuri dan mampu mendukung pelaksanaan tugas serta fungsi DKP2KH Provinsi Kepulauan Riau.
Regulasi memiliki posisi strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan karena menjadi landasan dalam pelaksanaan kebijakan, program, pelayanan, pembinaan dan pengawasan. Oleh karena itu, diperlukan tata kelola regulasi yang tidak hanya berorientasi pada ketersediaan dokumen, tetapi juga mampu memastikan regulasi dapat dikelola dan dimanfaatkan secara efektif sebagai instrumen dalam mendukung pengambilan keputusan organisasi.
Melalui inovasi TANJAK KESWAN, pengelolaan regulasi diarahkan untuk dilakukan secara lebih terstruktur melalui proses identifikasi kebutuhan regulasi, inventarisasi, pemetaan, pengelompokan, pengelolaan dokumen, pemantauan perkembangan regulasi serta penyediaan informasi regulasi yang dapat mendukung kebutuhan pelaksanaan tugas di bidang peternakan dan kesehatan hewan.
Dalam pemaparannya, Drh. Iwan Berri Prima, M.M. menjelaskan bahwa keberhasilan aksi perubahan tidak hanya ditentukan oleh inovasi yang dikembangkan, tetapi juga oleh kemampuan membangun kolaborasi dan memperoleh dukungan dari berbagai stakeholder.
Implementasi TANJAK KESWAN dirancang dengan melibatkan stakeholder internal dan eksternal. Stakeholder internal meliputi jajaran pimpinan dan pegawai DKP2KH Provinsi Kepri, sekretariat, bidang teknis, UPTD, pejabat fungsional dan pelaksana terkait. Sementara stakeholder eksternal meliputi Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Kepri, DPRD/Pansus, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepri serta kementerian/lembaga terkait.
Pendekatan kolaboratif tersebut diharapkan mampu memastikan bahwa penguatan tata kelola regulasi tidak menjadi pekerjaan individual, tetapi menjadi proses bersama yang melibatkan unsur-unsur organisasi sesuai dengan tugas, fungsi, kewenangan dan kepentingannya.
Sebagai Mentor, Dr. Rika Azmi memberikan dukungan dan arahan agar rancangan aksi perubahan yang disusun dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi organisasi.
Dukungan Mentor juga menjadi faktor penting dalam memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan dalam rangka PKA tidak berhenti pada tahap seminar, tetapi dapat dilanjutkan ke tahap implementasi dan diintegrasikan dengan kebutuhan serta proses kerja organisasi.
Selain pengelolaan stakeholder, rancangan TANJAK KESWAN juga memperhatikan aspek manajemen risiko. Berbagai potensi risiko dalam pelaksanaan aksi perubahan diidentifikasi sejak tahap perencanaan, antara lain komitmen anggota tim, koordinasi lintas unit, ketersediaan data dan dokumen regulasi, aspek administrasi, serta kemungkinan terjadinya perubahan kebijakan.
Melalui identifikasi dan pengendalian risiko tersebut, setiap potensi hambatan diharapkan dapat diantisipasi sehingga pelaksanaan aksi perubahan dapat berjalan sesuai tahapan dan mencapai target yang telah ditetapkan.
Seminar Rancangan Aksi Perubahan juga menjadi forum bagi Drh. Iwan Berri Prima, M.M. untuk memperoleh masukan, saran dan penguatan dari penguji serta pihak terkait. Masukan yang diperoleh selanjutnya menjadi bahan penyempurnaan terhadap rancangan aksi perubahan, khususnya dalam memperkuat tujuan, output dan outcome, indikator keberhasilan, strategi stakeholder serta keberlanjutan inovasi.
Kehadiran Kepala DKP2KH Provinsi Kepri sebagai Mentor menunjukkan pentingnya peran pimpinan dalam mengawal proses perubahan di lingkungan organisasi. Sinergi antara Mentor dan Mentee diharapkan mampu memperkuat implementasi inovasi serta memastikan aksi perubahan memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan organisasi.
Melalui TANJAK KESWAN, DKP2KH Provinsi Kepri diharapkan dapat membangun tata kelola manajemen regulasi yang lebih tertib, terintegrasi, efektif, transparan dan adaptif. Inovasi ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan serta mendukung pelaksanaan urusan peternakan dan kesehatan hewan di Provinsi Kepulauan Riau.
Seminar Rancangan Aksi Perubahan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan implementasi TANJAK KESWAN. Dengan dukungan pimpinan, Tim Aksi Perubahan dan stakeholder terkait, Aktor Perubahan diharapkan mampu mengimplementasikan rancangan tersebut secara konsisten dan menghasilkan perubahan yang memberikan nilai tambah bagi DKP2KH Provinsi Kepulauan Riau.
Editor: Iskandar