DKP2KH Kepri Kembali Fasilitasi Ekspor Ayam Hidup ke Singapura

08 April 2026, 22:05 WIB 108 kali dibaca
Kategori : Kesehatan Hewan
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Drh. Iwan Berri Prima, M.M. Berfoto Bersama Saat Memfailitasi Ekspor Ayam Hidup ke Singapura

TANJUNGPINANG — Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau kembali memfasilitasi ekspor ayam hidup (live bird) ke Singapura pada Rabu (8/4/2026) melalui Pelabuhan Sri Payung, Tanjungpinang. Ekspor ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan daya saing sektor peternakan di wilayah perbatasan.

Kepala DKP2KH Kepri, Rika Azmi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ekspor ke-12 yang dilakukan oleh Japfa Group sejak pertama kali pengiriman pada 12 Mei 2023. Sepanjang tahun 2026, ekspor ini tercatat sebagai pengiriman ketiga, dengan jumlah sebanyak 28.512 ekor ayam hidup. Dengan demikian, total ekspor ayam hidup dari Kepri ke Singapura hingga saat ini telah mencapai 308.656 ekor.

Menurut Rika, keberhasilan ekspor tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun instansi pusat. Kolaborasi melibatkan Pemerintah Provinsi Kepri, Pemerintah Kabupaten Bintan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Kepri, Bea Cukai, serta instansi terkait lainnya. Adapun ayam yang diekspor berasal dari Farm Tirta Madu 1 di Desa Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP2KH Kepri, Iwan Berri Prima, menjelaskan bahwa fasilitasi ekspor ini merupakan implementasi inovasi pelayanan yang dikembangkan oleh DKP2KH Kepri, yakni “Pelayanan Kesehatan Hewan dan Fasilitasi Ekspor Ternak Unggas” atau disingkat “Anti Nak Galau”. Inovasi tersebut dihadirkan untuk mempercepat layanan kesehatan hewan sekaligus mendukung proses ekspor unggas secara efisien dan berstandar internasional.

Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini, Provinsi Kepulauan Riau menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang secara konsisten mampu melaksanakan ekspor ayam hidup ke luar negeri. Hal ini menjadi bukti kesiapan daerah dalam memenuhi standar kesehatan dan persyaratan ekspor yang ketat dari negara tujuan.

Kegiatan pelepasan ekspor turut dihadiri sejumlah pejabat dan perwakilan instansi terkait, antara lain General Manager PT Indojaya Agrinusa (Japfa Group), Anwar Tandiono, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan, Mohammad Panca Azdigoena, perwakilan DKP2KH Kepri, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan, BKHIT Kepri, Bea Cukai, serta pihak terkait lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.

Galeri Foto

Editor: Iskandar