Tingkatkan Koordinasi Kesehatan Hewan, Kadis KP2KH Kepri Gelar Rapat Internal

27 Februari 2026, 20:54 WIB 23 kali dibaca
Kategori : Kesehatan Hewan
Foto Bersama Sekaligus Serah Terima Jabatan dari Plt. Kepala Bidang Peternakan, Sugiarto Doso, S.Sos., M.A.P. Kepada Kepala Bidang Peternakan yang baru, drh. Iwan Berri Prima., M.M.

Bertempat di Ruang Rapat Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau di Toapaya, Kabupaten Bintan, Kepala DKP2KH Provinsi Kepri, Dr. Rika Azmi, S.T.P., M.M., menggelar rapat internal bersama jajaran sektor kesehatan hewan pada Rabu, 25 Februari 2026. Rapat tersebut diikuti oleh unsur Bidang Peternakan serta UPTD Pelayanan Kesehatan Hewan (Keswan), Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), dan Klinik Hewan.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis dalam memperkuat koordinasi, menyatukan persepsi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan hewan di Provinsi Kepulauan Riau. Dalam arahannya, Kepala Dinas menegaskan bahwa kesehatan hewan memegang peranan penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah, menjamin keamanan pangan asal hewan, serta melindungi masyarakat dari ancaman penyakit hewan menular dan zoonosis.

Menurut Rika Azmi, sektor kesehatan hewan tidak hanya berfungsi sebagai layanan teknis, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas produksi peternakan dan kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan asal hewan. Dengan wilayah Kepulauan Riau yang memiliki karakteristik geografis kepulauan serta mobilitas lalu lintas hewan yang cukup tinggi, penguatan sistem pengawasan, pelayanan medis veteriner, serta pengendalian penyakit menjadi kebutuhan mutlak.

Dalam kesempatan tersebut, Rika Azmi menyampaikan dua pesan penting kepada seluruh jajaran. Pertama, pentingnya meningkatkan koordinasi dan bekerja dalam satu komando. Ia menekankan bahwa seluruh unit kerja harus selaras dengan visi dan misi Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura. Sinkronisasi program dan kebijakan menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan sektor pertanian dan kesehatan hewan yang terarah dan berkelanjutan.

Pesan kedua adalah pentingnya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kepala Dinas menegaskan bahwa pelayanan kesehatan hewan yang profesional, cepat, dan responsif akan meningkatkan kepercayaan publik, termasuk pelaku usaha peternakan dan pemilik hewan kesayangan. Selain itu, optimalisasi layanan UPTD, termasuk pemeriksaan kesehatan hewan, pelayanan klinik, dan pengawasan produk hewan, berpotensi memberikan kontribusi terhadap PAD apabila dikelola secara efektif dan akuntabel.

Ia juga menekankan bahwa kekuatan sektor kesehatan hewan di Provinsi Kepulauan Riau akan terwujud apabila terbangun kolaborasi yang solid antara Bidang Peternakan dan UPTD Pelayanan Keswan, Kesmavet, dan Klinik Hewan. Sinergi program, pertukaran data dan informasi, serta koordinasi lapangan yang intensif dinilai sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas, Sugiarto Doso, S.Sos., M.A.P., yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Peternakan. Hadir pula Kepala Bidang Peternakan DKP2KH Provinsi Kepri, drh. Iwan Berri Prima, M.M., serta Kepala UPTD Pelayanan Keswan, Kesmavet dan Klinik Hewan DKP2KH Provinsi Kepri, drh. Fitri Agustina, beserta jajaran staf teknis terkait.

Dalam rangkaian acara, juga dilaksanakan serah terima jabatan dari Plt. Kepala Bidang Peternakan, Sugiarto Doso, kepada Kepala Bidang Peternakan yang baru, drh. Iwan Berri Prima, M.M. Serah terima ini menandai babak baru kepemimpinan di Bidang Peternakan dengan harapan semakin memperkuat kinerja dan capaian program di tahun 2026.

Melalui rapat internal ini, DKP2KH Provinsi Kepulauan Riau menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat koordinasi internal, serta menghadirkan pelayanan kesehatan hewan yang berkualitas demi mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau.

Editor: