Pelaksanaan pemantauan stok bahan pokok dalam rangka memastikan dan menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan khususnya bahan pokok Jelang HBKN “Nataru Tahun 2025/2026”. Dilaksanakan DKPPKH Provinsi Kepulauan Riau di Kota Tanjungpinang, dengan lokus sasaran diantaranya Pasar Tradisional Bintan Center (pedagang eceran dan besar), Ritel Modern Swalayan Mahkota Bintan Center dan Swalayan Pinang Lestari serta Distributor CV. Adil Mitra Sembada, UD. Usaha Bintan Permata dan UD. Karya Bintan Permata.
Pemantaun pada pasar tradisional Bintan Center pada 3 (tiga) pedagang besar secara umum stok beberapa bahan pokok segar secara umum mengalami kenaikan dan stok relatif terbatas. Untuk beberapa bahan pokok komoditi bahan pangan segar seperti cabai keriting harga mengalami penurunan dibandingkan minggu lalu dari harga Rp. 92.000,- menjadi Rp. 85.000,-, untuk cabai rawit hijau harga relatif stabil tinggi dengan harga kisara Rp. 80.000,-. Untuk bawang putih mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan dari minggu lalu dengan kisaran Rp. 35.000,- naik menjadi Rp. 40.000,- . Untuk bawang merah yang mengalami kenaikan cukup signifikan adalah bawang merah jawa dari minggu lalu kisaran Rp. 38.000,-, saat ini mengalami kenaikan Rp. 55.000,- s.d Rp. 60.000,-. Sedangkan untuk bawang merah india dan birma mengalami sedikit kenaikan dimana kisaran untuk bawang merah birma dari Rp. 24.000 menjadi Rp. 26.000,- dan bawang merah india dari Rp. 22.000 menjadi Rp. 24.000,-, sementara itu, untuk komoditas wortel kenaikan mengalami secara signifikan dari Rp. 24.000,- menjadi Rp. 32.000,-, sedangkan tomat relatif stabil tinggi dengan harga Rp. 18.000,-. Untuk komoditas kentang harga bervariasi, kentang bukit RP. 20.000,-, kentang medan Rp. 17.000,-.
Berdasarkan hasil informasi dari pedangang besar/pemasok bahn pangan segar di pasar tradisional Bintan Center, untuk beberapa komoditas daya tahan stok seperti bawang putih, informasi dari 3 pemasok tersebut stok bertahan 1 hari, sedangkan untuk bawang merah india dan birma ketersediaan stok hanya mampu untuk 3 hari ke depan, sementara untuk bawang merah jawa mampu memenuhi kebutuhan sampe dengan seminggu ke depan namu harga relatif naik signifikan.
Untuk pemantaun pada lokasi ritel modern dilakukan pada Swalayan Mahkota Bintan Center dan Swalayan Pinang Lestari. Dimana hasil pemantauan diperoleh bahwa beberapa bahan pangan pokok strategis seperti beras, gula, minyak goreng dan telur ayam ras dari segi harga relatif stabil tinggi dibanding pekan lalu. Kisaran harga untuk gula di Swalayan Mahkota Bintan Center harga Rp. 16.500,-, sedangkan Swalayan Pinang Lestari harga Rp. 15.400,-. Untuk beras premium harga relatif stabil dengan kondisi di bawah HET. Untuk komoditas minyak goreng kemasan harga terendah di Swalayan Pinang Lestari Rp. 16.900,- (merk Falco), sedangkan di Swalayan Mahkota Bintan Center harga terendah Rp. 16.000 (merk Panina) dengan ukuran kemasan 900 mL. Untuk telur harga per papan ukuran No. 3 sebesar Rp. 52.000,-.
Sementara itu, untuk kondisi stok beras masih bisa bertahan 1 bulan ke depan. Sedangkan untuk stok gula dan minyak goreng kemasan ketersediaannya relatif terbatas, stok gudang ritel modern swalayan sudah mulai kosong. Sedangkan untuk kondisi beras SPHP di 2 swalayan ini, mengalami perputaran yang cukup baik. Hal ini ditandai dengan menipis stok yang ada di swalayan pinang lestari sedankan Swalayan Mahkota Bintan Center stok tidak tersedia dan dalam status pre order.
Untuk pemantauan di gudang distributor untuk bahan pangan (beras premium) dilakukan di Distributor CV. Adil Mitra Sembada, UD. Usaha Bintan Permata dan UD. Karya Bintan Permata berdasarkan informasi yang diperoleh, untuk kondisi beras premium dan gula yang berada di CV. Adil Mitra Sembada didapati bahwa untuk stok gula sebanyak 300 sak ukuran 50 Kg (15 ton) dengan harga tingakt distributor sebanyak Rp. 810.000,-/sak dengan perkiraan stok mampu memenuhi 1.5 minggu ke depan, sedangkan untuk beras premium kondisi harga di bawah HET dengan stok 600 ton yang mampu memenuhi sempe dengan ahkir tahun. Untuk pemantauan stok beras pada UD. Usaha Bintan Permata, stok menipis dan dalam masa pengorderan, sedangkan pada UD. Karya Bintan Permata stok beras 700 ton dan mampu memenuhi sampa awal tahun.
Secara umum kondisi beras premium di Kota Tanjungpinang dan sekitarnya cukup tersedia sampai dengan posisi ahkir tahun, dari segi harga mengalami kenaikan yang relatif stabil (masih di bawah HET). Beberapa jenis merk beras premium sudah tidak tersedia lagi.