Rakoor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 diikuti DKP2KH Provinsi Kepulauan Riau

20 Januari 2026, 22:00 WIB 30 kali dibaca
Kategori : Ketahanan Pangan
Komoditas Penyumbang Utama IPH Menurut Wilayah Kontributor Foto: Serbu Pangan

Pemerintah Provinsi Kepri melalui Penjabat Sekretaris Daerah Luki Zaiman Prawira bersama beberapa perwakilan OPD terkait mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026  yang diselenggarakan oleh Kemendagri secara hybrid pada Senin, 19 Januari 2026. 

Rakor ini dipimpin Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir  dan didampingi beberapa pejabat lintas Kementerian/Lembaga. Rakoor ini juga mengagendakan terkait evaluasi program 3 juta rumah dan antisipasi kenaikan harga tiket pesawat menjelang HBKN Ramadhan dan Idul Fitri 2026.                               

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan (Mohd. Riza Pahlevi) hadir mewakili Kepala Dinas KP2KH Kepri pada rakoor tersebut.  Pada Pelaksanaan Rakoor Pengendalian Inflasi Daerah hanya diberikan kesempatan kepada Kepala BPS RI yang memaparkan terkait Tinjauan Inflasi dan Indeks Perkembangan Harga pada minggu 3 Januari 2026. 

Berdasarkan hasil pantauan perkambangan harga pada minggu ke 3 Januari 2026 untuk 10 Kabupaten/Kota dengan Kenaikan IPH Tertinggi Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau  urutan ke 9  dengan Perubahan IPH 2,77 persen. 

Sementara itu Komoditas Penyumbang Utama IPH Menurut Wilayah Pulau Sumatera yang Masuk 10 Kabupaten/Kota dengan Kenaikan IPH Tertinggi di Sumatera yaitu Provinsi Kepulauan Riau masuk urutan 3 terdiri dari Kabupaten Natuna dengan Perubahan IPH 2,77 persen dengan Komoditas Andil Terbesar terdiri dari Bawang Merah (0,8720), Gula Pasir (0,6954), Daging Ayam Ras (0,6631). Kabupaten Lingga dengan Perubahan IPH sebesar 1,92 persen dengan Komoditas Andil Terbesar Daging Ayam Ras (1,5694), Beras (0,7541), Bawang Merah (0,3433). 

Sedangkan untuk Minyak Goreng (Minyakita) dibawah atau sama dengan HET sampai dengan Minggu 3 Januari Kabupaten/Kota di Luar Pulau Jawa dengan Rata-rata Harga Minyakita dibawah Rp. 15.700/liter. Kota Batam masuk urutan pertama dengan Harga sebesar Rp. 15.308/liter atau dengan Selisih dengan HER sebesar -2,50 persen.

Arahan Sekjen Kemendagri 
Tomsi Tohir agar TPID melakukan pemantauan dan pengawasan secara rutin setiap minggu menjelang bulan HBKN Ramadhan terhadap bahan pangan pokok strategis terutama komoditas pangan volatile seperti beras, bawang putih, cabai, dan daging ayam, dengan target inflasi nasional 2,5% ±1% untuk keseimbangan produsen-konsumen. Daerah diminta evaluasi rapor inflasi 2025, intensifkan TPID, Gerakan Pangan Murah/ Operasi Pasar, dan antisipasi HBKN Ramadan dan Idul Fitri 2026. (Serbupangan01)

Galeri Foto

Editor: Iskandar Sumber: Serbu Pangan