Kepala DKP2KH Provinsi Kepri Dr. Rika Azmi, S.TP., M.M. Hadir Peresmian dan Groundbrekaing 1.179 SPPG Oleh Presiden RI.

13 Februari 2026, 17:24 WIB 51 kali dibaca
Kategori : Ketahanan Pangan
Kepala DKP2KH Provinsi Kepri Berfoto Bersama Ibu Kapolda Kepri, Wakapolda Kepri, Tim Percepatan Pembangunan dan Tamu Undangan Lainnya yang Hadir.

Kepala DKP2KH Provinsi Kepri Dr. Rika Azmi, S.TP., M.M. Hadir Persmian dan Groundbrekaing 1.179 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Polri serta Peresmian 18 Gedung Ketahanan Pangan Polri yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui sarana Zoom Meeting, Jumat (13/2/2026).


terlihat hadir Ibu Kapolda Kepri, Wakaploda Kepri, Tim Percepatan Pembangunan Kepri, Kepala DKP Provinsi Kepri, Perwakilan Pemko Batam, Kadin Kepri, kegiatan ini berlangsung di Dapur SPPG Ditreskrimsus Polda Kepri (Ruko Starone No 1-3 Duriangkang, Sei Beduk, Kota Batam.


Rangkaian acara pembukaan secara daring, dimulai menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan Kapolri, pemberian tanda kehormatan, penandatanganan prasasti, peresmian dan groundbreaking secara simbolis oleh Presiden RI, sesi dialog interaktif, hingga penutupan.


Dalam sambutannya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa pada hari tersebut dilaksanakan peresmian dan groundbreaking sebanyak 1.179 SPPG Polri serta peresmian 18 Gedung Ketahanan Pangan Polri yang tersebar di Provinsi yang ada di Indonesia.


Presiden Prabowo turut mengapresiasi inisiatif Polri yang memanfaatkan teknologi modern namun tetap terjangkau. Ia menyoroti berbagai perangkat yang digunakan dalam operasional SPPG, mulai dari sistem filtrasi air hingga uji keamanan pangan produksi dalam negeri.


selanjutnya Presiden RI mengatakan Saya lihat ada filter air, ada ultraviolet untuk membunuh bakteri di tray makanan, ada food security test, food safety test yang diproduksi di dalam negeri yang tidak kalah dengan kualitas dunia.


Presiden juga mengungkapkan capaian signifikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menghasilkan miliaran porsi makanan bagi masyarakat. Menurut Presiden, dampak program ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk dalam menekan ketimpangan sosial dan menciptakan lapangan kerja baru.

Dari sisi ekonomi, Presiden Prabowo menyampaikan laporan dari kalangan dunia usaha yang melihat peningkatan konsumsi rumah tangga sebagai dampak positif MBG. Selain itu, program ini juga dinilai menghidupkan petani kecil karena hasil panen mereka terserap secara pasti.


Menutup sambutannya, Presiden Prabowo memberikan pesan tegas kepada seluruh pengelola kekayaan negara agar menjaga integritas dan kepentingan rakyat.


 Penguatan program pemenuhan gizi dan ketahanan pangan tidak hanya menjadi strategi kesehatan masyarakat, melainkan juga sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional serta investasi jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045.

Editor: Iskandar