Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan
3.1  Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan
       Perangkat Daerah

Pelaksanaan tugas dan fungsi Pelayanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau sangat dipengaruhi oleh kondisi faktor internal dan faktor eksternal. Kondisi sumber daya manusia, dukungan anggaran, sarana dan prasarana serta kelembagaan dan tata laksana penyelenggaraan tugas, mempunyai peran besar terhadap kerberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi dalam menghadapi dinamika pembangunan dan perubahan lingkungan strategis di Kepulauan Riau.  Sumber daya yang ada dan tersedia tersebut harus dapat dimanfaatkan secara optimal guna terwujudnya pencapaian tujuan organisasi sesuai visi, misi, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Beberapa permasalahan yang dihadapi perlu segera dicarikan solusi penyelesaiannya agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.

Beberapa permasalahan yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan HewanProvinsi Kepulauan Riau:

 

Ketersediaan dan Distribusi Pangan
Masalah :

  1. Keterbatasan produksi bahan pangan Gula, Minyak Goreng/sawit, susu dan Bawang Merah
  2. Ketersediaan pangan antar waktu dan antar wilayah tidak merata
  3. Adanya fluktuasi harga pada beberapa jenis bahan pangan. Hal ini terlihat dari pemantauan yang dilaksanakan di pasar­pasar 7 Kabupaten/Kota se Provinsi Kepulauan Riau, terdapat beberapa komoditi yang memiliki koefisien variable di atas 10 (CV > 10), yaitu daging sapi (CV= 19,79), Cabe Merah (CV = 40,20 ), dan Bawang Merah (CV = 12,77).
Konsumsi dan Keamanan Pangan
Masalah :

  1. Skor Pola Pangan Harapan yang belum ideal
  2. Kasus keracunan pangan
  3. Ketergantungan pada bahan pangan luar
Kelambagaan dan Penyuluhan
Masalah :

  1. Belum optimalnya peran kelompok tani
  2. Terbatasnya kemampuan dan keterampilan penyuluh mengenai teknologi pertanian terbaru
Tanaman Pangan dan Hortikultura
Masalah :

  1. Produksi komoditas Hortikultura yang belum mencukupi
Perkebunan
Masalah :

  1. Rendahnya Produksi dan Produktifitas Tanaman Perkebunan
Peternakan dan Kesehatan Hewan
Masalah :

  1. Populasi ternak yang terbatas
  2. Pengawasan dan pembinaan kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner
Terkait Kesekretariatan
Masalah :

  1. Sarana dan Prasarana
  2. Pelaporan dan Evaluasi
3.2  Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala daerah dan wakil kepala daerah
       Terpilih

Visi Provinsi Kepulauan Riau merupakan gambaran kondisi masa depan yang dicita-citakan dapat terwujud dalam kurun waktu lima tahun yaitu Tahun 2016 - 2021. Sebagai gambaran tentang apa yang ingin diwujudkan di akhir periode perencanaan, maka visi tersebut dapat disebut sebagai Visi Provinsi Kepulauan Riau yang akan diwujudkan pada akhir Tahun 2021 untuk menggambarkan tujuan utama penyelenggaraan pemerintahan bersama pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat pada umumnya.

Visi pembangunan jangka menengah daerah merupakan visi Kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih yang menggambarkan arah pembangunan atau kondisi masa depan daerah yang ingin dicapai (desired future) dalam masa jabatan selama 5 (lima) tahun sesuai misi yang diemban. Visi Provinsi Kepulauan Riau periode 2016-2021 adalah: “Terwujudnya Kepulauan Riau sebagai Bunda Tanah Melayu yang Sejahtera, Berakhlak Mulia, Ramah Lingkungan dan Unggul di Bidang Maritim”.  Kata kunci dari visi Provinsi Kepulauan Riau periode 2016-2021 meliputi sebagai berikut:
1
Sebagai Bunda Tanah Melayu Mengandung arti bahwa Provinsi Kepulauan Riau diharapkan tetap menjadi wilayah yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan seni budaya melayu dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai adat dan budaya melayu tersebut dilestarikan agar tidak pudar terpengaruh oleh budaya luar.
2
Sejahtera Sejahtera menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mengandung arti aman sentosa dan makmur; selamat (terlepas dari segala macam gangguan, kesukaran, dsb). Masyarakat sejahtera dapat diartikan secara luas yaitu masyarakat yang terpenuhinya kebutuhan dasarnya (pendidikan, kesehatan, pekerjaan, pangan, perumahan, dan jaminan sosial).
3
Berakhlak Mulia Berakhlak mulia mengandung arti bahwa diharapkan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau telah dapat mempertahankan nilai-nilai moralitas masyarakat melayu dimana Agama Islam menjadi sumber utama referensinya dengan dasar keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dan bagi masyarakat selain Islam juga dapat melaksanakan ajaran agamanya, sehingga tercipta kerukunan antar umat beragama.
4
Ramah Lingkungan Ramah lingkungan mengandung arti bahwa wilayah Provinsi Kepulauan Riau diharapkan menjadi wilayah dengan lingkungan yang bersih, sehat, asri, dan nyaman sehingga perlu didukung dengan sistem pengelolaan lingkungan dan sistem pengelolaan sampah yang baik, pemanfaatan ruang yang memenuhi aspek daya dukung lingkungan, dan dilengkapi ruang terbuka hijau yang memadai.
5
Unggul di Bidang Maritim Unggul di bidang maritim diartikan bahwa Provinsi Kepulauan Riau dicita-citakan memiliki keuanggulan pada sektor kemaritiman, sehingga mampu mewujudkan tujuan pembangunan bidang maritim, yaitu: meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan, pembudidaya ikan, dan masyarakat pesisir Provinsi Kepri; menghasilkan produk dan jasa kelautan yang berdaya saing tinggi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kepri, Indonesia, dan ekspor; meningkatkan kontribusi sektor kelautan bagi perekonomian Provinsi Kepri (PDRB, nilai ekspor, dan PAD) secara signifikan; Menciptakan lapangan kerja dalam jumlah cukup besar; meningkatkan kesehatan dan kecerdasan rakyat melalui peningkatan konsumsi ikan, seafood, dan produk perikanan; dan Memelihara daya dukung lingkungan dan kelestarian sumberdaya kelautan.
Dalam rangka mewujudkan visi ”Terwujudnya Kepulauan Riau sebagai Bunda Tanah Melayu yang Sejahtera, Berakhlak Mulia, Ramah Lingkungan dan Unggul di Bidang Maritim”, misi yang yang ditempuh Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 9 misi, yaitu sebagai berikut.

  1. Mengembangkan perikehidupan masyarakat yang agamis, demokratis, berkeadilan, tertib, rukun dan aman di bawah payung budaya Melayu.
  2. Meningkatkan daya saing ekonomi melalui pengembangan infrastruktur berkualitas dan merata serta meningkatkan keterhubungan antar kabupaten/kota.
  3. Meningkatkan kualitas pendidikan, ketrampilan dan profesionalisme Sumber Daya Manusia sehingga memiliki daya saing tinggi.
  4. Meningkatkan derajat kesehatan, kesetaraan gender, penanganan kemiskinan dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
  5. Meneruskan pengembangan ekonomi berbasis maritim, pariwisata, pertanian untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan antar wilayah serta meningkatkan ketahanan pangan
  6. Meningkatkan iklim ekonomi kondusif bagi kegiatan penanaman modal (investasi) dan pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah.
  7. Meneruskan pengembangan ekonomi berbasis industri dan perdagangan dengan memanfaatkan bahan baku lokal.
  8. Meningkatkan daya dukung, kualitas dan kelestarian lingkungan hidup.
  9. Mengembangkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, aparatur birokrasi yang profesional, disiplin dengan etos kerja tinggi serta penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas.

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau memiliki tugas dan fungsi yang mendukung pelaksanaan Misi ke-5 yaitu Meneruskan pengembangan ekonomi berbasis maritim, pariwisata, pertanian untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan antar wilayah serta meningkatkan ketahanan pangan. Tujuan yang terkait dengan pangan dan pertanian yaitu Meningkatkan Produksi Pertanian dan ketahanan pangan guna memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan sasaran: (1) Meningkatnya produksi pertanian; dan (2) Meningkatnya ketersediaan, distribusi dan konsumsi pangan.

Untuk mencapai target sasaran urusan Ketahanan Pangan dan Urusan Pertanian dalam RPJMD Provinsi Kepulauan Riau tahun 2016-2021 sangat banyak kendala dan permasalahan sebagaimana diuraikan pada sub bab 3.1 (Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah). Faktor pendorong dan faktor penghambat capaian kinerja dapat dilihat pada 3.2

Tabel 3.1
Target Sasaran Strategis Urusan Ketahanan Pangan dan Pertanian dalam RPJMD Provinsi Kepulauan Riau tahun 2016-2021


3.3  Telaah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
       tahun 2015-2019

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019 ditetapkan dengan Peraturan Presiden Nomor 2 tahun 2015. Peningkatan Kedaulatan Pangan adalah bagian dari agenda 7 Nawa Cita (Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik).
Tabel 3.2
Misi RPJMD Kepri terkait Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan beserta Faktor Pendorong dan Faktor Penghambat

Kedaulatan pangan dicerminkan pada kekuatan untuk mengatur masalah pangan secara mandiri, yang perlu didukung dengan: (i) ketahanan pangan, terutama kemampuan mencukupi pangan dari produksi dalam negeri; (ii) pengaturan kebijakan pangan yang dirumuskan dan ditentukan oleh bangsa sendiri; dan (iii) mampu melindungi dan mensejahterakan pelaku utama pangan, terutama petani dan nelayan. Selanjutnya, dalam rangka kedaulatan pangan, ketersediaan air merupakan faktor utama terutama untuk meningkatkan dan memperkuat kapasitas produksi.
Untuk tetap meningkatkan dan memperkuat kedaulatan pangan, sasaran utama prioritas nasional bidang pangan dan pertanian periode 2015-2019 adalah:

  1. Tercapainya peningkatan ketersediaan pangan yang bersumber dari produksi dalam negeri. Produksi padi diutamakan ditingkatkan dalam rangka swasembada agar kemandirian dapat dijaga. Produksi kedelai diutamakan untuk mengamankan pasokan pengrajin dan kebutuhan konsumsi tahu dan tempe. Produksi jagung ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan keragaman pangan dan pakan lokal. Produksi daging sapi untuk mengamankan konsumsi daging sapi di tingkat rumah tangga, demikian pula produksi gula dalam negeri ditargetkan untuk memenuhi konsumsi gula rumah tangga.
  2. Terwujudnya peningkatan distribusi dan aksesibilitas pangan yang didukung dengan pengawasan distribusi pangan untuk mencegah spekulasi, serta didukung peningkatan cadangan beras pemerintah dalam rangka memperkuat stabilitas harga.
  3. Tercapainya peningkatan kualitas konsumsi pangan sehingga mencapai skor Pola Pangan Harapan (PPH) sebesar 92,5 (2019).
  4. Terbangunnya dan meningkatnya layanan jaringan irigasi 600 ribu Ha untuk menggantikan alih fungsi lahan.
  5. Terlaksananya rehabilitasi 1,75 juta Ha jaringan irigasi sebagai bentuk rehabilitasi prasarana irigasi sesuai dengan laju deteriorasi.
  6. Beroperasinya dan terpeliharanya jaringan irigasi 2,95 juta Ha.
  7. Terbangunnya 132 ribu Ha layanan jaringan irigasi rawa untuk pembangunan lahan rawa yang adaptif dengan menyeimbangkan pertimbangan ekonomi dan kelestarian lingkungan
Tabel 3.3
Target Sasaran Ketahanan Pangan dan Pertanian Nasional
Tahun 2015-2019

Tabel 3.4
Sasaran RPJMN terkait Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan beserta Faktor Pendorong dan Faktor Penghambat



Arah kebijakan umum kedaulatan pangan dan pertanian dalam RPJMN 2015-2019 adalah: pemantapan ketahanan pangan menuju kemandirian pangan dengan peningkatan produksi pangan pokok, stabilisasi harga bahan pangan, terjaminnya bahan pangan yang aman dan berkualitas dengan nilai gizi yang meningkat serta meningkatnya kesejahteraan pelaku usaha pangan.

Arah kebijakan Pemantapan Kedaulatan Pangan tersebut dilakukan dengan 5 strategi utama, meliputi:

  1. Peningkatan ketersediaan pangan melalui penguatan kapasitas produksi dalam negeri, yang meliputi komoditas padi, jagung, kedelai, daging, gula, cabai dan bawang merah.
  1. Peningkatan kualitas Distribusi Pangan dan Aksesibilitas Masyarakat terhadap Pangan.
  2. Perbaikan kualitas Konsumsi Pangan dan Gizi Masyarakat d. Mitigasi gangguan terhadap ketahanan pangan dilakukan terutama mengantisipasi bencana alam dan dampak perubahan iklim dan serangan organisme tanaman dan penyakit hewan.
  3. Peningkatan kesejahteraan pelaku utama penghasil bahan pangan.
Untuk memberi kontribusi terhadap capaian target sasaran RPJMN tahun 2015-2019 sangat banyak kendala dan permasalahan.

Faktor pendorong dan faktor penghambat dalam pencapaian target sasaran RPJMN tahun 2015-2019 dapat dilihat pada tabel 3.4.

Telaah Renstra Kementerian Pertanian
3.4  Telaah Renstra Kementerian Pertanian Tahun 2015-2019

Visi Kementerian Pertanian adalah: “Terwujudnya Sistem Pertanian-Bioindustri Berkelanjutan yang Menghasilkan Beragam Pangan Sehat dan Produk Bernilai Tambah Tinggi Berbasis Sumberdaya Lokal untuk Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani”, dengan pokok-pokok Visi Kementerian Pertanian sebagai berikut:
  • Sistem pertanian bioindustri: Menyediakan bahan baku industri dengan meningkatkan pemanfaatan biomassa sebagai bagian upaya meningkatkan manfaat dan diversifikasi produk turunan
  • Berkelanjutan: Melanjutkan kebijakan, program dan kegiatan utama dari rencara strategis sebelumnya, dengan memperhatikan aspek kelestarian daya dukung lahan maupun lingkungan dan pengetahuan lokal sebagai faktor penting dalam perhitungan efisiensi
  • Beragam: Mengoptimalkan pemanfaatan keanekaragaman sumberdaya, mengoptimalkan peluang pasar, mengurangi potensi dampak resiko, memenuhi meningkatnya preferensi konsumen akibat kenaikan pendapatan dan selera
  • Pangan sehat: Menyediakan produk yang aman, sehat dan halal
  • Produk bernilai tambah tinggi: Menciptakan produk pertanian yang mensejahterakan pelaku/petani, mendorong dihasilkannya aneka produk segar, produk olahan, produk turunan, produk samping, produk ikutan dan limbah
  • Sumberdaya lokal: Mengoptimalkan pemanfaatan keunggulan kompetitif dan komparatif wilayah dan komoditas, meningkatkan efisiensi
  • Kedaulatan pangan: Hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan Pangan yang menjamin hak atas Pangan bagi rakyat dan yang memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem Pangan yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal
  • Kesejahteraan petani: Petani dan keluarganya hidup layak dari lahan dan usaha yang digelutinya
 
Dalam rangka mewujudkan visi ini maka misi Kementerian Pertanian adalah :
  1. Mewujudkan kedaulatan pangan.
  2. Mewujudkan sistem pertanian bioindustri berkelanjutan.
  3. Mewujudkan kesejahteraan petani.
  4. Mewujudkan Reformasi Birokrasi.
Sebagai penjabaran dari Visi dan Misi Kementerian Pertanian, maka tujuan pembangunan pertanian periode 2015-2019 yang ingin dicapai yaitu:
  1. Meningkatkan ketersediaan dan diversifikasi untuk mewujudkan kedaulatan pangan.
  2. Meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pangan dan pertanian.
  3. Meningkatkan ketersediaan bahan baku bioindustri dan bioenergi.
  4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.
  5. Meningkatkan kualitas kinerja aparatur pemerintah bidang pertanian yang amanah dan profesional.
Sasaran Strategis Kementerian Pertanian Sasaran strategis merupakan indikator kinerja Kementerian Pertanian dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Sasaran yang ingin dicapai dalam dalam periode 2015-2019 adalah :
  1. Swasembada padi, jagung dan kedelai serta peningkatan produksi daging dan gula
  2. Peningkatan diversifikasi pangan
  3. Peningkatan komoditas bernilai tambah, berdaya saing dalam memenuhi pasar ekspor dan substitusi impor
  4. Penyediaan bahan baku bioindustri dan bioenergi
  5. Peningkatan pendapatan keluarga petani
  6. Akuntabilitas kinerja aparatur pemerintah yang baik.

Membutuhkan Halaman ini, Silahkan Download

Visi Provinsi Kepulauan Riau merupakan gambaran kondisi masa depan yang dicita-citakan dapat terwujud dalam kurun waktu lima tahun yaitu Tahun 2016 - 2021
Size: 10.74 MB
Hits : 4

Renstra Lainnya

  • 1. Pendahuluan +

    1.  Pendahuluan Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk Read More
  • 2. Gambaran Pelayanan +

    2. Gambaran Pelayanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan mempunyai tugas pokok Read More
  • 3. Isu Strategis +

    3. Isu Strategis Arah kebijakan umum kedaulatan pangan dan pertanian dalam RPJMN 2015-2019 Read More
  • 4. Tujuan dan Sasaran +

    4. Tujuan dan Sasaran Tujuan dan sasaran pada hakekatnya merupakan arahan bagi pelaksanaan misi Read More
  • 1
  • 2